Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Beberapa hari menjelang pemilihan umum sela Kongres Amerika Serikat dan pemilihan parlemen Israel, perkembangan militer di lapangan dan dinamika politik berlangsung semakin cepat.
Situs berita Axios, dengan mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat dan Israel, melaporkan bahwa pada Senin, puluhan jet tempur Israel melakukan penerbangan yang mencapai wilayah dekat perbatasan Iran.
Jalur Penerbangan Serupa dengan Rute Serangan terhadap Iran
Menurut para pejabat tersebut, jet-jet tempur Israel melintasi jalur udara di atas Suriah dan Irak yang sesuai dengan rute yang kemungkinan digunakan untuk menyerang Iran.
Para pejabat itu mengatakan kepada Axios bahwa Tel Aviv telah memberitahukan kepada Washington bahwa operasi tersebut merupakan sebuah latihan militer yang bertujuan menunjukkan kekuatan dan mencegah Iran melakukan serangan terhadap Israel.
Mereka menambahkan bahwa Israel mengetahui sistem pertahanan udara Iran akan mendeteksi penerbangan tersebut.
Menurut para pejabat tersebut, terdapat kemungkinan bahwa Israel berharap Iran akan menargetkan jet-jet tempur itu, sehingga tercipta alasan dan pembenaran untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
Kekhawatiran terhadap Dampak Perang pada Pemilu Israel
Berdasarkan laporan Axios, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel telah menyampaikan kepada mitranya dari Amerika Serikat bahwa dimulainya kembali peperangan dalam situasi saat ini dapat menyebabkan penundaan penyelenggaraan pemilihan umum Israel.
Dalam kaitan tersebut, seorang pejabat Israel menyatakan bahwa Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel tidak akan menerima tindakan militer apa pun yang tidak memiliki alasan yang dapat dibenarkan dan berpotensi membahayakan penyelenggaraan pemilu.
Netanyahu Berupaya Melanjutkan Serangan Besar-Besaran terhadap Iran
Surat kabar Financial Times juga melaporkan hari ini bahwa Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel, sedang berupaya keras untuk kembali melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran.
Sementara itu, seorang pejabat Gedung Putih menegaskan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump menentang berkobarnya kembali konflik sebelum pemilihan umum sela Kongres Amerika Serikat, yang dijadwalkan berlangsung pada 3 November mendatang.
Komentar Anda